Miscellaneous

My New Addi Needle Set

Alhamdulillah….
Akhirnya saya punya needle set merek terkenal ini.

Belanjaan saya

Ceritanya, saya keracunan virus knitting oleh mbak Ajeng Qiuknit yang selalu ditebarkan di grup Have Fun with Yarn. Di grup ini pula saya jadi mengenal jenis-jenis needle (jarum rajut). Salah satunya si Addi ini. Sebenarnya saya punya needle yang biasa, tapi tidak enak dipakai, licin, dan terlalu panjang. Bikin saya frustrasi belajar knittingnya.

Saya coba cari informasi di internet, berapa harga needle di sini. Tidak hanya merek Addi, tapi juga Knitpro, Prym, dan lain-lain. Membandingkan dari yang murah sampai yang mahal. Baca-baca dan lihat review di internet. Pilihan saya akhirnya jatuh pada Addi Click Interchangeble. Eh ternyata Addi Click ini ada beberapa macam. Berdasarkan warna sampulnya aja ya, ada hitam, coklat, pink dan hijau. Duh pusing deh saya. Saya kan tidak tahu sama sekali, bedanya di mana, lebih bagus yang mana. Yang saya tahu cuma beda di harga hehehe. Akhirnya, saya memilih yang warna hitam karena needlenya lebih banyak, 10 nomor.

Yang bikin galau berminggu-minggu akhirnya sampai di tangan juga.

Langkah berikutnya, saya mengajukan proposal ke pak suami sebagai penyandang dana. Disetujui sih oleh beliau, tapi karena harganya cukup mahal, ditanya juga sih mau buat apa dan seberapa butuhnya. Ya, nggak butuh-butuh amat sih, Pak. Hehehe.

Eh tahu ga sih pemirsa, selepas saya ngobrol dengan pak suami malam itu, saya langsung buka lagi webnya. Dan saya syok. Harganya berubah. Naik 25% dari harga semula. Padahal sebelum ngobrol dengan suami, harganya masih sama. Hmmm… dan saya pun speechless, sedih banget. Besoknya saya cerita ke pak suami bahwa harganya naik. Sambil kasih link, semoga tetap dibelikan.

Dan sampai beberapa waktu belum dibelikan juga. Duh makin sedih dong ya. Saya lalu malah galau lagi karena hampir tiap hari buka web itu. Dan harganya tidak berubah. Perhatian saya beralih ke si Addi warna pink yang harganya paling murah, meski tetap masih lebih mahal daripada harga awal si hitam yang saya mau. Karena galau, saya nanya ke master knit, mbak Ajeng Qiuknit. Beda dari si pink, hitam dan coklat itu apa? Dan penjelasan mbak Ajeng malah bikin saya makin galau hahaha. Minta pendapat sana sini, nonton review sana sini, dan setelah beberapa hari, saya pun memutuskan, saya mau yang coklat saja.

Kalau belanja apalagi dapat diskon, rasanya ga afdhol kalau tidak beranak. Ya kan? 

Keputusan bulat dan saya kembali mengajukan proposal. Dan lagi-lagi tidak segera terwujud, meski disetujui. Duh, pak suami ki piye sih?

Hari Sabtu, 29 April lalu terlintas di benak saya untuk ngecek apakah belanja di web itu bisa dibayar di rumah. Kalau bisa, kan enak, ga perlu transfer. Untuk mengetahuinya, mau tidak mau saya harus membuat akun di website tersebut, lalu memasukkan si Addi coklat ke keranjang. Lalu tekan next. Sampailah saya di halaman pembayaran dan disambut oleh kalimat “Selamat, Anda mendapatkan diskon 25% karena berbelanja di atas sekian TL”. Disertai nominal yang harus saya bayarkan setelah dikurangi diskon.

What? Diskon? 25%? Harganya jadi lebih murah dari harga yang dulu. Saya masih tidak percaya dong ya. Saya lalu tanya melalui IG nya. Dan benar, saya tidak salah. Saya dapat diskon. Promonya hanya sampai tanggal 30 April, yang berarti hari Minggu besoknya. Aaah… betapa bahagianya saya. Saya mau tunjukin ke suami, tapi suami ga pulang-pulang. Saya kirim screenshot aja. Berharap suami segera beli karena besok hari terakhir.

Eh saya lalu ingat tujuan saya bikin akun di sana. Alhamdulillah, ternyata bisa bayar di rumah. Jadi di Turki itu ada toko-toko online (offline juga sih) yang bekerja sama dengan pos atau penyedia jasa kargo. Mereka bisa mendapatkan biaya kirim lebih murah dan bisa dibayar di depan pintu oleh pembeli, baik barangnya maupun ongkirnya. Misalnya: Saya kan beli needle ini di toko A yang bekerja sama dengan Kargo B. Needle saya seharga 100 TL, ongkir 10 TL. Nah, karena ga mau ribet, saya maunya bayar di rumah saja. Jadi, saat barang datang nanti, saya bayar sejumlah 110 TL ke kurirnya. Afa biaya tambahannya dikit sih. Yang punya saya ini nambah 6 TL aja. Enak kan? Kalau cuma bayar ongkirnya aja sih tidak perlu kerjasama dengan kargonya. Saya bisa kirim barang ke teman. Ongkirnya nanti teman yang bayar saat barang sampai di sana. Bayarnya langsung ke kurirnya.

Eh balik lagi deh ke cerita si Addi. Oke yah, bisa bayar di rumah. Karena sedang diskon, saya tidak mau rugi dong ya hehe. Akhirnya keranjang belanja saya bertambah isinya. Mau cari-cari needle lagi, kok yang ini saja belum dicoba. Ya sudahlah, benang saja. Lumayanlah beberapa gulung.

Malamnya saya tunjukkan keranjang belanja saya dan opsi bayar di rumah ke suami. Maunya sih diselesaikan besok saja, setelah ambil uang di ATM. Eh ga sabar dong saya. Lalu saya tuntaskan transaksi itu malam itu juga. Yeah… I am so excited.

Bonusnya totebag, majalah rajut isinya pola-pola, sama stiker. Mau ditempel di mana ya?

Ya Allah, panjang amat ya ceritanya. Moral of the story:
Kesabaranmu itu pasti akan diganti oleh Allah, dengan yang lebih baik. Eh bukan berarti saya sabar banget ya. Maksudnya, ya wis nrimo saja, ga usah marah-marah kalau suami belum bisa memberikan atau membelikan apa yang kita mau. Entah karena lupa, terlalu sibuk jadi tidak sempat (lupa juga akhirnya), atau memang karena tidak punya duit. Tunggu saja, Allah akan menggantinya, more than you ever expected. Trust me, eh bukan, trust Allah saja. Karena Allah tahu apa yang terbaik untukmu dan kapan waktu yang tepat.

Semua akan indah pada waktunya.
Ciee… kok jadi tausyiah hahaha. Yah, mengambil ibrah (hikmah) dari sebuah peristiwa kan bagus ya?

Yuk, belanja needle. Lanjut merajut!

Advertisements

8 thoughts on “My New Addi Needle Set”

  1. Kenapa toh mba akhinya milih case coklat? Apa krna short tips kah? Yg item malah lbh byk tips nya, hahaha.. Ditunggu karya knitting nya, ahh pasti ga sabaar..

    Like

    1. Yg item lbh banyak needlenya, tp kabelnya cuma 3. Stlh konsultasi dgn mbak master, needle besar2 jg bakal jarang dipake, mending kabelnya banyakin hehe. Eh tp tergantung proyeknya. Kalo emang sekedar buat sweater dkk, cukup sampe 8 mm tuh. Gitu katanya. Ya udah aku manut hehe. Ntar kalo butuh yg besar, beli needlenya satuan aja.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s