Yarn Review

Review Benang Rajut: Gazzal Baby Cotton vs Yarnart Jeans

Setelah sempat galau, akhirnya saya putuskan untuk review dua jenis benang, yaitu Gazzal Baby Cotton dan Yarnart Jeans. 

Mengapa saya pilih dua jenis itu?
Alasan utamanya, karena komposisi bahan benangnya sama, yaitu katun dan poliakrilik, meski sedikit berbeda prosentasenya. Tadinya mau sekalian membandingkan dengan Alize Cotton Gold yang sudah dikenal di Indonesia dengan dua merek benang ini, tapi versi big ply nya. Tapi belum sempat ke toko benang lagi. Jadi yang versi kecil dulu ya. Versi big ply-nya Gazzal Cotton Baby XL dan Yarnart Jeans Plus. Komposisi bahan dan prosentasenya sama dengan versi small ply-nya.

Disclaimer:
Review ini bersifat sangat subyektif ya, hanya berdasarkan pengalaman aku saja.

Gazzal Baby Cotton (GBC)

Material: 60% katun, 40% poliakrilik
Panjang: 225 m
Berat: 50 gr
Hook yg disarankan: 2-4 mm
Needle yang disarankan: 3-5 mm
Gauge: 24 stitches x 28 rows = 10 cm x 10 cm.
Cuci tangan maksimal 30°C

Review
1. Ply kecil, tapi masih lebih besar dari pada Nako Solare dan Alize Diva. Jadi untuk yang tidak suka benang lace, ini cukup, tidak terlalu kecil.
2. Halus, tidak berbulu, lembut, enak di tangan saat dirajut. Benang meluncur mulus. Tapi kadang saking mulusnya sampai terasa licin saat dipegang.
3. Karena mengandung katun, benang tetap kesat dan tidak lembek. Saat dibuat doily emilyandthe, doilynya kokoh, tidak ‘jatuh’. Bentuknya bertahan. Apalagi setelah diblock.
4. Pilihan warnanya lembut-lembut.
5. Mengkilat.
6. Seperti benang katun lainnya, harga lebih mahal dari pada akrilik.
7. Gulungannya kecil, cuma 50 gr. Jadi dari penampakannya saja sudah membuat kita berpikir “benangnya mahal amat”.
8. Tidak luntur setelah dicuci. Saya cuci dengan sabun mandi, dikucek sedikit, dan diperas. Dikeringkan flat. Tidak mbrudul sih, agak keluar bulu-bulu kecil sedikiiiy. Tapi tidak kelihatan kalau tidak diamati dengan seksama. Tapi saya baru mencucinya 1x.

Saya menggunakan GBC ini dengan hook 2 mm untuk membuat doily dari Emilyandthe dan Patricia Kristoffersen. Doilynya lebih rapat dan padat, meski saya suka, tapi jadi berbeda dengan doily aslinya yang lace. Memang ini bukan benang lace. Doily P. Kristoffersen sih oke-oke saja, karena memang tidak terlalu lacy. Dan lebih lemas daripada doily emily.

Saya juga membuat doily challenge HFWY tempo hari pake benang ini dan hook 2,5 mm. Hasilnya lebih lacy karena hooknya lebih besar.

Waktu pertama blocking, doilynya cuma disemprot air sedikit hingga cukup basah. Setelah kering, bentuknya tetap seperti pas diblock meski sedikit menyusut ukurannya.

Yarnart Jeans (YAJ)
Material: 55% katun, 45% PAC (poliakrilik)
Panjang: 160 m
Berat: 50 gr
Hook yg disarankan: 3,5 mm
Needle yang disarankan: 3,5 mm
Gauge: 20 stitch x 30 row = 10 cm x 10 cm
Cuci maksimal 30°C

Review
1. Ringan, halus, lembut, membal, empuk. Cocok untuk wearables.
2. Seratnya halus, tidak berbulu, stretchy.
3. Uji coba membuat pretty puffy square-nya crochetbyredagape, dengan hook 3 mm dan 3,5 mm. Yang 3 mm lebih padat dan kencang, yang menggunakan 3,% mm lebih empuk jadinya, cukup rapat, tapi tidak kencang sekali, lebih longgar. Enakan pake 3,5 mm.
4. Uji coba bikin rose granny square menggunakan hook 3,5 mm, jadinya kendor sekali, GS nya jadi lemas, meski tidak tampak longgarnya. Untuk GS nampaknya lebih baik menggunakan hook 2,5 atau 3 mm agar rajutan lebih kokoh.
5. Harganya sedikit di bawah gazzal baby cotton, tapi tetap lebih mahal dari pada benang akrilik.
6. Pilihan warnanya cerah-cerah.
7. Gulungannya cukup untuk ukuran 50 gr, sudah pas menurutku, tidak nampak kecil dan mahal.
8. Tidak luntur setelah dicuci. Saya cuci pakai sabun mandi dan dikucek sedikit. Tidak mbrudul, baru 1x cuci sih.

Setelah dibandingkan, saya lebih suka yang mana?
Jawabannya: TERGANTUNG PROJECT-nya.

Meskipun keduanya mempunyai komposisi yang sama (katun dan poliakrilik, meski proporsinya sedikit berbeda), tetapi teksturnya sangat berbeda. Sama-sama halus, tetapi berbeda. GBC lebih kokoh dan “berat”, YAJ lebih empuk dan ringan.
Meski bisa untuk wearable, menurut saya GBC lebih cocok untuk taplak dan kawan-kawannya, sarung bantal dan teman-temannya. Bisa juga dipakai untuk membuat amigurumi.

YAJ menurut saya lebih cocok untuk wearable, selimut dan kawan-kawannya, karena lebih lembut dan membal, serta ringan. Squishy.. enak banget buat diuyel-uyel. Orang juga banyak menggunakannya untuk bikin amigurumi, dengan hook 2 mm. Untuk mendapatkan rajutan yang lebih kokoh (tidak nglumpruk), pilih stitch yang rapat, seperti puffy square tadi atau gunakan hook 2-3 mm. Kalau pakai granny klasik, jadinya lemas sekali.

Sekian review dari saya. Semoga ada manfaatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s