Miscellaneous

Mengapa Benang Impor Mahal? 

Pernah nggak sih bertanya begitu?

Sewaktu saya masih di Indonesia, saya hanya mengenal beberapa jenis benang. Dan semuanya buatan lokal. Saya paling banyak ngumpulin (yes, ngumpulin doang, bikinnya entah kapan) benang katun, hanya karena warna macam-macam. Dan yang pasti di beberapa toko benang yang biasa saya kunjungi tidak ada banyak jenis. Toko-toko benang itu kenapa ya kalo jualan kok beda-beda. Toko benang A jual benang katun, toko B jual rayon, toko C benang kinlon. Kan jadi ribet ya kalau mau beli semua jenis. Tidak one stop shopping gitu.

Setelah pindah ke Turki dan mulai aktif merajut kembali, saya baru tahu, di Indonesia sekarang banyak sekali benang impor. Merek-merek terkenal di dunia bisa ditemui, meski tidak semua jenis ada. Salah satunya benang Turki. Yang paling membuat saya shocked adalah harganya. Ya Allah, segulung benang aja harganya selangit. Ada yang di atas 100 ribu rupiah. Mahal sekali. Apalagi buat saya yang tahu harga aslinya di Turki. Dulu saya beli benang kinlon yang 12 ribu per gulung aja ga mau, mahal. Lah sekarang 100 ribu. Untung saya sudah pindah hehehe. Eh tapi, tetep laku loh.

Balik lagi ke pertanyaan, mengapa bisa mahal? Eh tapi kan impor. Impor kan emang mahal. Ya iya, kenapa kalo impor bisa mahal? Apakah hanya karena sebuah label saja? I.M.P.O.R. Saya rasa bukan hanya label atau merek yang membuatnya mahal.

Iseng saya melakukan riset (baca: googling) kecil-kecilan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tadi. Dari iseng-iseng itu saya mendapatkan beberapa point yang setidaknya bisa menjelaskan mengapa harga benang impor bisa selangit.

Perbedaan harga jual
Asli ini saya baru tahu beberapa minggu lalu, belum sebulanlah. Ada perbedaan harga jual di dalam negeri dan ke luar negeri. Jadi begini. Katakanlah benang Turki merek A. Benang A dijual di Turki dengan harga 5 TL/gulung, yang jika dikonversikan ke rupiah jadi sekitar 20-25 ribu (anggap setara 1,5 €). Jika dijual ke luar negeri, ke Eropa misalnya dengan mata uang Euro, harganya menjadi 2,5-3 €. Ini jualnya di toko yang sama ya. Pembeli di Turki dihargai 5 TL (1,5 €), pembeli di Eropa dihargai 2,5-3 €, belum termasuk biaya pos.
Saya pernah melihat website produsen benang (perusahaannya ya, bukan toko saja) yang memberikan harga dengan 3 pilihan mata uang, TL, Euro dan USD. Dan ketika saya ganti-ganti mata uangnya, maka harganya juga berbeda, meski dikonversikan ke TL. Harga dalam USD dan Euro lebih tinggi. 

Ada juga produsen yang hanya mencantumkan harga benang dengan mata uang TL jika web dibuka dengan pilihan bahasa Turki. Jika dibuka dengan pilihan bahasa selain bahasa Turki, harga benang tidak ada. Apakah ini berarti harganya berbeda untuk konsumen dalam negeri dan luar negeri?

Perbedaan ini tidak selalu dengan cara menggunakan mata uang USD atau Euro untuk konsumen luar negeri. Bisa jadi tetap menggunakan mata uang TL, tapi harganya lebih tinggi.

Biaya kirim ke Indonesia
Ini sudah pasti ya. Biaya kirim internasional itu mahal sekali. Saya ambil contoh dari Turki ke Indonesia. Saya membandingkan beberapa kargo dan pos. Yang paling murah tetap lewat pos, yang dikirim melalui laut, dengan waktu kirim yang lama. Satu kg barang kena 58-60 TL. Silakan kalikan dengan 4-5rb rupiah/TL. Minimal 200rb rupiah kan ya?

Satu kilo gram benang itu isinya cuma 10 gulung. Kalau diambil rata-rata, ongkir untuk 1 gulung benang sudah 20rb rupiah sendiri. Katakanlah harga beli sesuai poin pertama adalah 2 USD, kira-kira 25-27 ribu. Ditambah ongkir 20 ribu, jadinya 45-47 ribu. Ditambah lagi poin-poin di bawah ini. Hehehe.

Pajak
Kita sebut saja pajak impor ya, karena sebenarnya ada tiga jenis pembayaran. Yaitu bea masuk, PPN dan PPh 22. Masing-masing pajak ini besarannya beda-beda, karena tergantung si penerima. Kalau mau dihitung kasar, katakanlah 15-20% lah ya. 

Pajak impor ini dulu dihitung untuk barang yang harganya di atas 50 USD. Tapi perhitungannya mengikutsertakan ongkos kirim dan asuransi. Mulai tahun ini, batas itu dinaikkan menjadi 100 USD. Tapi perhitungannya sedikit berbeda dan tetap menyertakan ongkir dan asuransi saat menghitung pajaknya. Silakan cari sendiri deh ya cara menghitungnya hehe. Eh saya kasih link ke webnya bea cukai  aja ya, kali aja ada yang mau menghitung. 

Perbedaan nilai tukar
Transaksi perbankan dengan mata uang yang berbeda pasti mengalami ini. Nilai tukar valas di bank di Indonesia pasti berbeda dengan nilai tukar valas di bank di luar negeri.

Kapan hari, saat kurs Turkish Lira menurun terhadap rupiah (1 TL = Rp. 3.800,-), saya menukarkan uang rupiah saya sisa mudik tahun lalu. Saat itu, rupiah saya dikonversikan ke USD dulu, baru dikonversi ke TL. Dari perhitungan itu lalu saya konversikan sendiri secara langsung. Hasilnya 1 TL = Rp. 4.220,-.

Ada teman yang beli pola rajut online menggunakan kartu kredit bank di Indonesia. Dengan transaksi sekitar 45 USD, pihak bank mengambil 4 USD sebagai pengaman nilai tukar mata uang. 

Profit
Setiap penjual pasti ingin memperoleh keuntungan kan. Keuntungan yang ingin diperoleh juga pasti berbeda-beda, tentu dengan perhitungan yang berbeda-beda pula.

Begitulah kira-kira penjelasan sederhana yang saya peroleh. Mahal, tapi mengapa beli sih? Cuma benang doang. Eits, jangan nyinyir dulu. Berbeda dengan barang impor lainnya, benang impor ini memang beda kasus. Maksudnya gini. Kalau baju, sepatu, atau tas, di Indonesia banyak diproduksi. Kualitas bagus dan lebih murah daripada yang impor. Jadi kebutuhan akan baju dkk tadi sudah terpenuhi di tanah air. Kalau benang, sependek pengetahuan saya, produksi benang di Indonesia masih terbatas. Mau cari benang wool, yang beneran wool ya, yang dari bulu domba, pasti ga ada. Benang akrilik (wool sintetis) juga susah. Kalaupun ada yang lokal, biasanya terbatas. Belum lagi jenis benang lainnya, yang komposisinya macam-macam, dari merino, sutra, akrilik, alpaca dan sebagainya. Produksi benang paling banyak di Indonesia itu katun. Lah kalau mau buat sweater atau syal atau apa yang menghangatkan kan ga cocok pakai katun. Gitu loh maksudnya. 

Okelah, sekian dulu. Terimakasih sudah membaca.

Salam rajut!

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa Benang Impor Mahal? ”

  1. Pusingg ya itung-itungannyaaaa.. Eh tapi sama tuh, aku juga ngerasa benang lokal diharga 18ribu itu udah mahal. Tapi kalo benang import harga 120ribu tetep dibeli. Hahaha. Jadi pengen pindah kesono

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s